Skip to main content

Wujud Kemandirian Energi Nasional Dalam Logo HUT Pertamina ke-59

Sumber Foto : Eksplorasi

Tangerang – Hari Ulang Tahun Pertamina yang ke-59 dimeriahkan dengan kompetisi desain logo bertemakan “Energi Untuk Ciptakan Karya Mendunia” telah menjaring peserta lomba sebanyak 17.375 orang peserta. Mayoritas peserta lomba berada di rentang usia 25-34 tahun, sebanyak 33,5% dan usia 18-24 tahun sebanyak 27,5%. Dari peserta yang terdaftar, telah terkumpul desain logo sebanyak 20.538. Terhitung sejak peluncuran  pada 2 Juni 2016.  

Para desainer logo harus mengikuti sejumlah persyaratan dan kriteria logo antara lain desain tidak mengandung unsur SARA, pornografi, ataupun kebencian pada pihak tertentu, penghinaan terhadap negaradan /atau pemerintah serta lembaga-lembaga negara. Selain itu karya juga tidak mencitrakan anak di bawah umur dan/ atau menyinggung pihak tertentu.

Adapun juri-juri yang ambil bagian dalam kompetisi ini berasal dari Sekretariat Jenderal Asosiasi Desainer Grafis Indonesia, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, dan juri internal Pertamina. Bukan hanya itu, para netizen pun turut andil dalam menilai karya-karya peserta lomba melalui microsite www.pertamina.com/lombalogo59.

Setelah berjalan dua bulan lamanya, pada hari ini Pertamina mengumumkan pemenang lomba. Terdapat 3 kategori pemenang antara lain pemenang utama yang jatuh kepada Agung Chandra dan berhak membawa pulang hadia uang tunai, voucher BBK, dan produk pelumas Pertamina senilai total Tiga puluh juta rupiah.

Kategori berikutnya yaitu pemenang lomba berdasarkan pilihan netizen dengan hadiah uang tunai, voucher BBK, dan produk pelumas Pertamina senilai total tujuh belas juta rupiah. Kategori ini dimenangkan oleh Ronny Manurung.

Sedangkan pemenang hiburan disabet oleh Muhammad Husain Alhas dan Wahyu Hidayat dengan hadiah berupa uang tunai, voucher BK, dan produk pelumas Pertamina senilai total enam juta rupiah.

Masing-masing pemenang dapat membawa pulang hadiahnya saat penyerahan pada ajang GIIAS 2016 nanti.

Hal menarik yang membuat dewan juri menobatkan karya Agung Chandra sebagai pemenang Lomba Desain Logo HUT Pertamina ke-59 salah satunya ialah karena sejalan dengan aspirasi Pertamina dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Meskipun karya tersebut telah melalui seleksi ketat dari para juri yang kompeten di bidangnya, namun Agung sukses menuangkan gagasan yang mencerminkan visi Pertamina ke dalam desain buatannya.

Dalam siaran persnya Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro mengatakan “hal yang membanggakan bagi kami ini merupakan bukti betapa besar animo anak muda di tanah air untuk terlibat dalam menuangkan ide bagi Pertamina”.

Pihaknya sangat mengapresiasi karya-karya yang masuk dalam perlombaan. “Khusus untuk karya yang terpilih sebagai pemenang utama, akan kami aplikasikan karyanya sebagai logo HUT Pertamina ke-59 selama paling tidak setahun ke depan,” tutup Wianda.

Hamdan Syamsudin

Comments

Popular posts from this blog

Snapchat Manjakan Pengguna Dengan Fitur-fitur Terbaru

Pengguna Snapchat nampaknya akan semakin sering memainkan jejaring sosial berbasis gambar dan video yang satu ini. Pasalnya, Snapchat baru saja memperkaya koleksi fiturnya.   Seperti dilansir Bustle, Selasa 13 Desember 2016, Salah satu fitur terbaru Snapchat ialah group chat. Sesuai dengan namanya, layanan ini memfasilitasi pengguna untuk melakukan percakapan secara bersama-sama atau bergrup. Agar obrolan tidak terlalu gaduh, group chat membatasi anggotanya hanya dapat dihuni sampai 16 pengguna saja. Selain itu, pengguna tak perlu khawatir percakapan dalam grup membuat loading grup chat menjadi lama. Karena akan terhapus secara otomatis setelah 24 jam. Lebih dari itu, pengguna yang merasa perlu ngobrol dengan salah satu anggota grup - entah itu karena kesengsem atau hendak melakukan pendekatan, ketuk saja pengguna yang sedang aktif lalu kalian dapat berbincang eksklusif. Masih belum puas dengan stiker yang itu-itu saja. Kini Snapchat menyediakan berag...

Darmin Tegaskan Kembali Komitmen Pemerintah Dorong Pertumbuhan Rendah Karbon

Jakarta – Sejak tahun 2013, Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat melakukan kerja sama di bidang perdagangan karbon dengan skema Mekanisme Kredit Bersama atau Join Crediting Mechanism (JCM). Dalam skema ini, institusi Jepang dan Indonesia berinvestasi dalam kegiatan pembangunan rendah karbon di Indonesia melalui insentif dari Pemerintah Jepang.  "Indonesia menyadari, pembangunan rendah karbon adalah sebuah tren baru. Karena itu upaya kita untuk menggenjot ekonomi tak boleh dipisahkan dari pertumbuhan rendah emisi dan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Seminar Nasional Peringatan 3 Tahun Kerjasama Bilateral Kemitraan Pertumbuhan Rendah Karbon antara RI-Jepang, Senin (29/8), di Jakarta.  Hadir dalam acara tersebut antara lain Staf Ahli Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dhewanti dan Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei. Me...

Kanwil DJP Jawa Barat I Gelar Sosialisasi Amnesti Pajak Kepada Kejaksaan

pajak Bandung , Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I hari ini Kamis (25/08/2016) selenggarakan sosialisasi Kebijakan Amnesti Pajak kepada para Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajarannya di wilayah Jawa Barat di Hotel Four Points Bandung. Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri tidak kurang dari 120 peserta ini dilaksanakan pula penandatanganan perjanjian kerjasama dalam rangka mendukung kinerja penegakan hukum dan kehumasan di bidang perpajakan antara Kanwil DJP Jawa Barat I dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Sejak dicanangkannya Program Amnesti Pajak oleh Presiden Joko Widodo Jumat (1/7) Kanwil DJP Jawa Barat I gencar lakukan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. Kegiatan sosialisasi tidak hanya khusus kepada para wajib pajak potensial, namun dilaksanakan juga kepada asosiasi dan organisasi masyarakat, lembaga keuangan, instansi pemerintah maupun lembaga keagamaan. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan tercatat 50 kali lebih sosialisasi telah...